Jumat, 20 Februari 2009

9. TIP KESEHATAN ( BAG II )

**Tomat(Solanum lycopersicum)**
Ada dua macam yaitu tomat buah dan tomat sayur. Perbedaannya terletak pada bentuk dan ketebalan kulitnya. Kalau tomat buah, bentuknya agak lonjong dan kulitnya tebal. Sebaliknya, tomat sayur berbentuk bulat dan kulitnya lebih tipis.
Tomat buah biasanya digunakan sebagai salad segar, dan langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak terlebih dahulu. Tomat jenis ini lebih tahan lama dibandingkan tomat sayur. Tomat sayur biasanya digunakan sebagai campuran sayur yang dimasak, dan tidak bisa tahan lama (cepat busuk).
Akan tetapi, kedua jenis tomat ini sama-sama berkhasiat bagi tubuh manusia, yaitu untuk:
• Mengatasi gusi berdarah: sebuah tomat dicuci bersih, lalu dimakan segar-segar. Lakukan ini 1x sehari selama sebulan.
• Mengatasi sembelit: sesekali minum jus tomat sesudah makan.
• Menghaluskan Wajah: sebuah tomat yang berwarna merah tua diperas. Oleskan airnya ke wajah berkali-kali setiap hari. Bisa juga tomat diiris lalu digosokkan ke wajah.

**Tomat olahan lebih baik daripada tomat mentah**
Makan bakso dengan saus tomat, hemm, nikmat! Makan kentang goreng dengan saus tomat, nggak kalah enaknya. Makan tomat olahan bukan hanya menambah kelezatan makanan, tetapi katanya lebih baik dibandingkan tomat mentah.
Para ilmuwan mengatakan bahwa tomat yang dimasak itu lebih baik dibandingkan dengan tomat mentah.
Mereka mengatakan bahwa saus dan rebusan tomat yang bisa melawan penyakit jantung, bisa juga meningkatkan keefektifan buah ini melawan kanker.
Hasil riset ini menyangkal pendapat yang mengatakan bahwa buah dan sayuran olahan memiliki tingkat kandungan gizi yang rendah dibandingkan buah segar.
Para ilmuwan di New York mengatakan, panas yang disebabkan dari pengolahan itu membuat senyawa sehat tomat lebih mudah terserap.
Para ahli di Universitas Cornell juga menemukan, pengolahan mengurangi tingkat vitamin C. Tetapi kehilangan ini tidak seimbang dengan keuntungan yang diperoleh.
Dr Rui Hai Liu dan rekan-rekannya melakukan percobaan dengan memanaskan tomat hingga 88 derajat Celsius selama dua menit, 15 menit dan 30 menit.
Tingkat likopen sehat, yang memberi warna merah pada tomat, meningkat pada tiap kali pemanasan, sama halnya dengan tingkat antioksidannya.
Translikopin meningkat 54%, 17% dan 164% selama tiga kali pemanasan. Cislikopen meningkat 6%, 17% dan 35% dan antioksidan meningkat sampai 28%, 34% dan 62%

8. TIP KESEHATAN ( BAG I )

***Makan Buah Jeruk,cegah pria kena stroke ***
Jika Anda seorang pria yang mempunyai tekanan darah tinggi, mungkin Anda ingin menghindar dari makanan seperti burger atau goreng-gorengan dan lebih baik mengambil jeruk.
Tindakan tersebut seperti ini dibenarkan. Rendahnya tingkat vitamin C dalam aliran darah mungkin akan menyebabkan Anda berisiko kena stroke, kata peneliti Finlandia di jurnal Stroke.
Mereka menemukan bahwa pria yang tingkat vitamin C dalam darahnya berada di bawah seperempat rendah, atau sekitar kurang dari 28,4 mikromole per liter (umol/L) -- memiliki 2,1 kali lebih tinggi risikonya terkena stroke dibandingkan pria yang mempunyai seperempat lebih tinggi atau sekitar lebih dari 64,96 umol/L.
Kemungkinan stroke juga meningkat bagi pria yang menderita hipertensi atau memiliki kelebihan berat badan. Penelitian ini meliputi 2.419 pria Finlandia yang usianya antara 42 hingga 60 tahun.Menurut peneliti ada sedikit korelasi antara asupan vitamin C dan jumlah vitamin C dalam sirkulas darah. Pria yang tingkat vitamin C dalam darahnya rendah memiliki asupan vitamin C setiap harinya seimbang.

***Satu tablet kalsium sehari, cegah stroke ***
Selama ini kita selalu beranggapan bahwa kalsium baik untuk tulang. Kenyataan seperti itu memang tidak bisa disanggah, walau sebenarnya bukan itu tok! Kalsium, menurut peneliti, oke juga untuk mencegah penyakit jantung dan stroke.
Mengkonsumsi satu tablet kalsium setiap hari bisa mempengaruhi tingkat kolesterol seseorang dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan serangan stroke.
Menurut para peneliti di Sekolah Kedokteran Auckland, Selandia Baru, seorang wanita yang mengkonsumsi satu gram kalsium tambahan setiap hari selama setahun, akan mengalami peningkatan 7% kolesterol baik (High Density Lipoprotein atau HDL) dan penunuran 6% kolesterol jahat (Low-density Lipoprotein, LDL).
Sebagaimana dilansir New Zealand Herald, LDL bisa mengendap di dinding arteris, sehingga menyebabkan penyempitan dan mengakibatkan penyakit jantung atau stroke. Sedangkan HDL menghilangkan kolesterol jahat dari aliran darah.
Penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab 40% kematian di Selandia Baru dan merupakan pembunuh terbesar negara itu.
Profesor Ian Reid, yang memimpin penelitian di Auckland mengatakan tingkat perubahan pada keseimbangan kolesterol bisa mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung di kalangan wanita pasca menopause 20 hingga 30%.
Kalau menyangkut masalah kematian, kalsium tampaknya lebih bermanfaat pengaruhnya terhadap jantung daripada ke tulang, katanya. Kalau biasanya tambahan kalsium diberikan untuk memperlambat pengeroposan tulang pada wanita menopause, maka sebaiknya diberikan untuk mengurangi kematian karena penyakit kardiovaskular.
Penelitian ini membenarkan perlunya diberikan tambahan kalsium pada semua orang, termasuk kaum pria.
Namun demikian, yayasan Jantung Nasional Selandia Baru menganggap bahwa bukti-bukti yang dikemukakan belum cukup kuat untuk menyarankan orang mengkonsumsi kalsium tambahan untuk mengatasi tingkat kolesterol mereka

7.TANDA-TANDA HATI YANG SAKIT DAN MENGEMBALIKANYA AGAR SEHAT

Setiap anggota badan manusia diperuntukan untuk tugas yang khusus. Adapun tanda sakitnya ialah ketidak mampuanya melaksanakan tugas itu,atau tugas itu dilaksanakan dalam keadaan kacau. Tangan yang sakit terlihat dari ketidak mampuanya memegang, Mata yang sakit terlihat dari ketidakmampuanya melihat. Hati yang sakit terlihat dari ketidakmampuanya melaksanakan tugas khusus yang karenanya ia ciptakan, yaitu ilmu hikmah, ma’rifat,mencintai Allah dan beribadah kepadaNya serta mementingkan semua ini dari pada setiap bisikan nafsu.
Orang yang mengetahui segala sesuatu ,tetapi tidak mengetahui Allah, seakan-akan dia tidak mengetahui sesuatupun.Tanda ma’rifat adalah cinta. Siapa yang mengetahui Allah tentu mencintaiNya. Adapun tanda cinta adalah tidak mementingkan sesuatu dari sekian banyak hal-hal yang dicintainya daripada Allah. Siapa yang lebih mementingkan sesuatu yang dicintainya daripada cintanya kepada Allah berarti hatinya sakit. Sebagaimana perut yang lebih suka memakan tanah daripada roti , maka perutnya tidak beres alias sakit.
Penyakit hati ini tersembunyi . Boleh jadi pemiliknya tidak tahu, karena itu dia mengabaikanya . Kalupun tahu , mungkin dia tidak sabar menanggung pahitnya obat, karena obatnya adalah menentang nafsu . Kalaupun dia sabar ,belum tentu dia mendapatkan dokter yang bisa mengobatinya .
Apabila obat hati dan penyakit hati sama-sama dibiarkan, maka manusia hanya sekedar melakukan ibadah-ibadah zhahir, sedangkan didalam batinya hanya sekedar tradisi , inilah yang disebut tanda sumber penyakit Untuk mengetahui keadaan agar segar kembali setelah berusaha melakukan pengobatan ialah dengan melihat jenis penyakitnya . pengobatan penyakit kikir ialah dengan mengeluarkan harta , tapi tidak perlu berlebih-lebihan dan boros .
Jika menumpuk harta dan mempertahankannya lebih engkau sukai dan lebih mudah daripada mengeluarkanya sekalipun kepada orang yang berhak, maka ketahuilah bahwa yang ada pada dirimu adalah sifat kikir. Maka obatilah jiwamu dengan mengeluarkan harta yang diperoleh itu kepada para fakir miskin dll. karena harta yang diperolehnya perlu dibersihkan. Janganlah engkau lebih condong untuk menahan untuk mengeluarkan harta. Buatlah harta itu mengalir seperti air disisimu . Engkau tidak menuntut air itu untuk berhenti bukan untuk suatu keperluan, atau mengalirkanya secara deras untuk orang yang memerlukanya . Setiap hari yang bisa seperti itu akan mendatangi Allah dalam keadaan selamat.
Seseorang harus terbebas dari segala akhlak (jelek), agar dia tidak mempunyai hubungan dengan sesuatupun dari keduniaan, agar jiwa dapat meninggalkan dunia dalam keadaan memutuskan hubungan denganya , tidak menoleh kepadanya dan tidak mengharapkanya . Pada saat itu dia kan kembali kepada Rabb-nya sebagaimana kembalinya jiwa yang mutma’inah.
Karena jalan tengah yang hakiki antara dua sisi itu cukup sulit dideteksi, bahkan lebih lembut dari pada sehelai rambut dan lebih tajam dari pada sebilah pedang, maka tidak aneh siapa yang bisa melewati jalan yang lurus ini di dunia, tentu akan bisa melewati jalan ini pula di akherat. Karena sulitnya istiqomah , maka hamba diperintahkan membaca ,”Ihdinash-shirathal-mustaqim” beberapa kali setiap hari. Siapa yang tidak sanggup istiqomah, hendaklah dia berusaha mendekati istiqomah, karena keselamatan itu hanya dengan amal shalih .Sementara itu , amal shalih tidak keluar kecuali dari akhlak yang baik. Maka hendaklah setiap hamba mencari sifat dan akhlaknya sendiri , hendaklah mengobati satu persatu dan hendaklah bersabar dalam masalah ini, karena dia akan mendapatkan keadaan yang enak seperti halnya anak kecil yang tadinya enggan disapih , tapi lama kelamaan dia merasa enaknya disapih . Bahkan andaikan dia ditawari untuk menyusu lagi, tentu dia akan menolaknya. Siapa yang menyadari umur yang pendek jika dibanding dengan kehidupan akherat yang panjang, maka dia akan berani menanggung beratnya perjalanan selama beberapa hari, untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi.
Ketahuilah bahwa bila Allah menghendaki kebaikan pada seseorang hamba , maka dia membuatnya tahu aib dirinya.
Setiap manusia mempunyai mata hati, dan siapa yang mempunyai mata hati , akan tetapi tidak takut terhadap aibnya dirinya. Jika dia tahu aib dirinya , maka memungkinkan baginya untuk mengobatinya. Tetapi mayoritas manusia tidak mau tahu aib dirinya sendiri. Kuman deseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak. Siapa yang ingin mengetahui aib diri sendiri, maka ada empat jalan yang bisa ditempuh :
· Mantapkan hati untuk beriman kepada Allah, beribadah dengan keikhlasan hati dan memperdalam Ilmu agama. adalah obat yang mujarab untuk mengobatinya..
· Mencari teman karib yang jujur , dapat dipercaya dan bagus agamanya. Dia bisa menjadikan teman karib itu sebagai pendampingnya , agar memberinya peringatan dari akhlak atau perbuatanya yang kurang baik . Amirul Mukminin Umar bin Al-Khathtab Radhiyallahu Anhu pernah berkata “semoga Allah merahmati seseorang yang mau menunjukan aib kami kepada kami”
Sesuatu kali dia bertanya kepada Salman tentang aib yang pernah dilakukanya . Maka salman menjawab “ Aku mendengar engkau pernah mengumpulkan dua jenis sayur dimeja makanmu dan engkau mengenakan dua macam pakaian, satu untuk siang hari satu lagi untuk malam hari. “Umar berkata, “Apakah ada selain itu ?”.”Tidak” jawab Salman “ kalau dua hal itu aku sudah tidak melakukannya lagi,” Jawab Umar bin Al-Khaththab.
Umar juga pernah bertanya kepada Hudzaifah, “apakah aku termasuk orang-orang munafik?” dia perlu bertanya seperti itu , sebab siapa yang kedudukanya semakin tinggi , maka tuduhan terhadap dirinya juga semakain gencar . Hanya saja dijaman sekarang jarang ada teman karib yang jujur dengan memiliki sifat seperti ini. Sedikit sekali teman yang tidak mencari muka atau tidak dengki.
Orang-orang salaf sangat suka jika ada seseorang yang menunjukan aib mereka . Sementara kita pada zaman sekarang justru marah besar jika ada seseorang yang menunjukan aib kita. Hal ini menunjukan lemahnya iman.
· Mengambil manfaat tentang aib dirinya dari penuturan musuhnya. Sebab mata yang penuh kebencian itu tentu akan memancarkan keburukan. Manfaat yang bisa diambil seseorang dari musuh , bisa mengingatkan aib dirinya . Hal ini lebih bermanfaat baginya daripada teman karib yang mencari muka dan menutup aibnya.
· Bargaul dengan manusia. Selagi dia melihat sesuatu yang tercela pada diri mereka, maka dia segera menjauhinya.

Sekian , dan semoga bermanfaat bagi siapa yang membacanya, Terima kasih.

Kamis, 12 Februari 2009

6. BIANG TERKIKISNYA RASA KEBERSAMAAN

Bersama memang tidak selalu berada dalam kesamaan pandangan. Bersama boleh berbeda dalam soal soal prinsip, baik menyangkut soal harga diri, Keyakinan atau tujuan tertentu. Bersama tidak selalu harus melek-melek sampai pagi di cafĂ© atau di lesehan untuk “menemani” aspek toleransi cara begadang. Begadang boleh bersama, asal satu sama lain dapat menjaga tepo sliro dan warna selera. Pikiran yang waras tidak harus mengiyakan suatu kebengkokan meski dalam satu wadah.
Makna kebersamaan adalah adanya kesamaan pandangan dalam menuju suatu tujuan, sebaliknya menghargai ketidaksamaan persepsi apabila menjurus kepada hal hal yang merusak tujuan itu sendiri.

Rasa kebersamaan adalah suatu unsur sikap hidup yang positip, karena dari kebersamaan itu tersembunyi saling kepedulian dalam soal soal tertentu, saling peduli tentang nasibnya, kepentingannya, kebutuhannya dan sebagainya.
Pengertian ini menjurus kepada pemahaman bahwa dalam membawa diri ditengah individu yang lain harus mampu memberikan sumbang sih jati dirinya secara pas. Bentuk sumbang sih memang sangat kompleks, bisa tenaga, pemikiran, fasilitas atau kewenangan sepanjang berbendera budi pekerti yang terpuji.

Menjadi manusia dalam hidup kebersamaan adalah sebuah wujud yang harus melekat pada garis garis kemasyarakatan. Apa artinya bermasyarakat jika kosong dari jiwa kebersamaan. Jiwa ini bisa tumbuh dan berkembang jika individu-individu mau dan mampu memahami falsafah kesetiaan. Setia terhadap fitrahnya sebagai makhluk social, setia terhadap kejujuran nuraninya, setia pula terhadap segala aturan secara konvensional dalam bertradisi dan beradat.
Konteks hidup kebersamaan dalam bermasyarakat dalam arti yang sesungguhnya adanya komitmen individu individu, dalam menyuarakan kebenaran dan tak retak dalam menahan kemungkaran, jika terjadi kerancuan dalam hidup kebersamaan, adalah sebuah panorama kehidupan, tetapi jika rasa kebersamaan telah melekat, kendala kerancuan bisa diganti sebagai kelengkapan kehidupan.

Lalu bagaimanakah rasa kebersamaan dalam kehidupan kita sehari hari bisa terkikis ? tentu bukan satu , dua masalah yang menjadi penyebabnya.
Bisa karena kejenuhan hidup, adanya kompetisi tidak sehat, adanya keinginan untuk bebas dari lingkungan dan lain-lain.

Beberapa ancaman terkikisnya rasa kebersamaan, antara lain : ( Terlepas disepakati atau bisa dijadikan pembahasan diskusi ).

Pertama, Kompetisi berkehidupan yang semakin modern , Global.

Hidup yang tanpa dilandasi keyakinan dan sehatnya Iman menjadi hidup yang selalu sakit oleh galaunya perasaan, perasaan tidak puas, serba was was, tidak istiqomah dan perasaan perasaan lainnya yang menggoncang kehidupan yang baik.
Globalisasi kompetisi sebagian karena adanya iming iming atau nikmatnya materi, materi nyaris menjadi alat yang bisa mengangkangi segala kemauanya, jika hasilnya menggembirakan akan menjadikan kesombongan, jika sebaliknya akan bisa berakibat frustasi, sakit hati dan mencari kambing hitam.
Materi adalah salah satu diantara kebutuhan hidup, Hidup tanpa ditopang oleh materi mustahil terjadi kelabilan, sayangnya, dalam aktifitas kita mencari materi sering diidentikan pencarian rejeki. Padahal antara kedua hal tersebut tidak selamanya sama. Rejeki tidak terbatas hanya bersifat materi, sebaliknya materi bisa jadi tidak sebagai rejeki. Karena banyak diantara kita yang berlimpah materi tetapi tidak bisa menikmatinya, bisa karena penyakit kronisnya, bisa juga mengundang fitnah atau bisa membawa petaka karena lahirnya kecemburuan social.
Oleh karena itu rincian rezeki bisa kita pandang sebagai yang bersifat material, juga dari sisi lain yang bersifat Immaterial. Sifat Immaterial inilah berupa kehormatan, kepercayaan, kesehatan, kedamaian dan lainnya.

Kedua, Merasa Hebat

Merasa hebat bisa diterjemahkan sebagai lebih unggul, lebih diantara yang lebih, dan masih sederet merasa lebih yang lain. Karena itulah merasa lebih hebat merupakan sebagian unsur gaya hidup tertentu yang malanda kehidupan manusia dan secara implisit gaya hidup tersebut kontradiktip dengan budi pekerti yang positip.
Jadi pada hakikatnya jiwa seseorang yang terkena noda karena kelebihan kelebihannya, hartanya, ilmunya atau fasilitas hidup yang lainnya. Dari kondisi ini akan membawa pada sikap hidup memandang rendah terhadap sesamanya
Gaya hidup tersebut bisa juga terjadi bagi mereka yang kurang mampu tetapi disebabkan oleh penjajahan kebiasaan. Gaya hidup seperti ini menjadi sulitdipisahkan dari aspek kehidupan yang lain. Bisa terjadi karena mungkin jiwa kepriyayian yang kelewat mengakar sehingga memakan pola pikirnya.

Ketiga, Perlombaan Mencari Popularitas

Popularitas merupakan sebagian kebutuhan hidup manusia, dan juga milik sebagian manusia itu sendiri.
Popularitas memang tidak selamanya negatip, tetapi pada tulisan ini popularitas yang menjadi sebab mengendornya jiwa kebersamaan, maka disebut popularitas disini identik membeberkan unsur moralitas individu atau kelompok, dimana hanya mengejar popularitas tega menelanjangi teman seiring, partner kerja yang telah lama bersamanya Hanya demi popularitas kadang rela menjual nama baiknya, siap menggadaikan kepentingan masyarakat atau membohongi diri sendiri meski bertentangan dengan nurani dan jalan pikiran sehatnya.

Untuk mencapai kepopuleran, mau tidak mau memamerkan sebuah kekuatan, kekuatan bisa dari materi, kemapanan, Ilmu, Kewenangan, Jabatan, secara inklusif pamer kekuatan ini tidak hanya riya’ yang menjadi inti dari kegiatan, tetapi sudah menonjolkan kelebihan kelebihan yang lain harus disaingi.
Sedangkan menyaingi orang lain jika popularitas sebagai tujuan, adalah persaingan yang akan membawa petaka.
Sepanjang popularitas kita beli dengan modal kebanggaan, sepanjang itu pula rasa kebersamaan tetap terancam.
Sebaliknya jika popularitas kita arahkan pada gagasan gagasan yang bermanfaat, karya karya nyata, Budi pekerti yang luhur, tanpa kita cari, popularitas justru yang akan mengikuti kita. Ia yang akan berbicara pada dunia. Sebab dijaman yang penuh carut marut, tetap berani bicara jujur mengakui kemulusan dalam sisi yang lain.

Jaman, Waktu dan situasi adalah saksi yang tak pernah menipu diri apalagi berbasa basi.

Jika setiap individu mau dan mampu memahami falsafah hidup sebagai makhluk social yang meyakini tentang adanya ketergantungan dengan pihak lain, keyakinan itulah yang mestinya menjadi modal mentumbuh kembangkan rasa kebersamaan yang lebih komplit, kokoh, dan kuat.
Untuk itulah, rasa kebersamaan bisa kita wujudkan, manakala ketiga hal tersebut diatas kita lenyapkan dari pikiran kita.
Demikian, tulisan dari kami, semoga bermanfaat.