Sabtu, 31 Januari 2009

4. MENANGIS ITU SESUATU YANG INDAH

Ada sepenggal cerita dari Ibnu Mas'ud ( sahabat Rasulullah):
Suatu hari, Rasulullah SAW berkata kepadanya:
" Bacakan kepadaku Al-Qur'an !"
Kemudian Ibnu Mas'ud menjawab:
"Bagaimana mungkin kubacakan Al-Qur'an untukmu, bukankah ia turun kepadamu?"
Rasulullah menjawab:
"Benar, namun aku ingin sekali mendengarnya dari orang lain."
Lantas Ibnu Mas'ud pun membaca Surat An-Nisa hingga ayat 41;
"Bagaimanakah jika dari setiap umat Kami datangkan seorang saksi dan Kami bawa engkau sebagai saksi atas mereka" (QS An-Nisa[3]: 41)
Mendengar ayat tadi, Rasulullah pun bersabda:
"Cukup,cukup sampai disini...." dan sekonyong konyong air bening dari kedua kelopak matanya, Beliau menangis. ( HR Bukhari ).

Boleh jadi karena kita terlalu sering mendengar tangisan atau menyaksikan linangan air mata sehingga peristiwa menangis dipandang biasa-biasa saja dalam kehidupan kita.
Padahal, menangis. sungguh merupakan salah satu simbol dari tingkatan Spiritualis seorang hamba yang tidak hanya sebagai ekspresi rasa sedih, kecewa dan menyesal, tapi juga sebagai luapan rasa rindu yang menggebu dari seorang hamba kepada Sang Khalik..
Menangis adalah ungkapan paling jujur tentang suara batin manusia yang melambangkan kepasrahan total seorang hamba kepada Rabb-nya
Itulah sebabnya isak tangis gampang sekali menetes ketika ada kematian seseorang yg dikasihinya.
Menangis adalah fenomena universal yang menghinggapi umat manusia,
Menangis juga merupakan sesuatu hal yang manusiawi yang tidak hanya menimpa kita selaku manusia biasa, tetapi juga seorang Nabi ------------sebagaimana tersebut dalam kisah tadi.
Sebagaimana halnya Rasulullah, bagi umat Islam, menangis tidak hanya terhenti pada aspek manusiawi belaka. Tetapi, bagaimanaia juga tetap berdimensi agama, yang memantulkan ketaatan seorang hamba kepada PenciptaNya.
Maka, menangis menjadi hal yang sangat sakral, bukan air mata buaya karena semestinya tidak ada sebutan "air mata buaya". Sebab, buayapun belum tentu pernah menangis.
Menurut Abdullah Yusuf Ali, penulis "The Holy Qur'an":
Menangis adalah ungkapan dari perasaan yang benar-benar khusyuk yang mudah tersentuh oleh kebenaran halus dan agung yang datang menyelinap kedalam kalbu.
Berbahagialah orang yang mudah menangis. Sebab, ia dapat mengecap rahmat Allah, yakni saat ia punya kesempatan untuk mengasah batinnya, memompakan semangat keimannanya yang kendor, mencerahkan hatinya yang sudah tercemar dan melongok kembali posisi kehambaan dirinya yang teramat lemah dihadapan kekuasaan Allah Rabbil Izzati.
Sahabat-sahabat yang membaca tulisan ini dan susah menangis, menangislah !. Namun, menangis disini haruslah karena menyesali dosa yang pernah kita lakukan dan menangisi kehidupan kita yang selalu terhempas dari kesalehan.
Banyak orang jatuh cinta pada tempat yg tidak benar, menangislah !
Marah-marah tanpa sebab, menangislah !
Sebagai suami tidak bisa membimbing isteri, menangislah !
Sebagai suami tidak bisa sebagai kepala keluarga, menangislah
Ibu yang terlalu banyak bicara tanpa produktivitas dan menyebabkan anak tidak produktip, terlalu sering ngerumpi, menangislah !
Atasan, bawahan tidak saling menghormati dan menyayangi, menjelekjelekan temannya dan mengambil hak orang lain,menangislah !

Mari sobat-sobatku, kita belajar menangis, yaitu menangis yang produktip, sehingga menangisnya pun penuh keindahan bagi diri kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar